Averroes Business Community (KBA) is a business division under Averroes Community that has three business units; Cooperation Unit, Commercial Unit and Service Unit. It hopes the KBA existence could relate the requirement of Averroes people about the importance of business that could support (fund rising) the Averroes Community existence as autonomous institution. Definitely, crystallization of some hopes based on human resource and fund to make the light becomes bigger and flame up.

KBA as economic business medium will be able to fulfill everyone hopes; to create business doer and also to do business that will make profit and able to make a welfare to all members. The existence of Averroes Business Community will create a care, strong willingness and belonging to make them better and develop.

The short term aim of KBA is to administrate activities or business that will profit so could increase the income of KBA apparatus and all Averroes members. The mid term aim is KBA should be able to empower the economy of KBA apparatus, Averroes members, and general society therefore directed to business that create welfare for all. The long term aim of KBA should be able to create branding action that show Averroes Business Community (KBA) as a fund source of autonomous Averroes Community and will empower society economy.

___________________________________________________

KBA atau Komunitas Bisnis Averroes merupakan salah satu lembaga dibawah Averroes Community yang bergerak dalam bidang usaha dan jasa. Lembaga ini didirikan sebagai usaha untuk pengembangan usaha yang bertujuan pada pemberdayaan ekonomi baik bagi kalangan di Averroes Community khususnya dan masayarakat pada umumnya.

Di antara program yang sedang dijalankan saat ini adalah pengelolaan Koperasi Averroes dan melakukan kerjasama dengan mitra bisnis lainnya. Dalam menjalankan aktivitasnya, KBA membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun untuk bidang usaha dan jasa.

Averroes Community

Logo Averroes

Jl . Manunggal, Pondok ABM Permai, Kav. A-3 Mojolangu Malang Jawa Timur Indonesia. Telefax:+62341472473
www.averroes.or.id — mail: info
at averroes.or.id

Lebih Jauh dengan Averroes Community

Download Profil Averroes Community

PDFRar


Akal dan wahyu sama-sama merupakan karunia Allah. Akal dan wahyu bagaikan “saudara sesusuan” (ukht al-radi’ah) yang bisa dibedakan tapi tidak mungkin dipisahkan. Akal memerlukan wahyu karena ada sesuatu di dunia ini, khususnya yang berkaitan dengan alam gaib (metafisika), yang tak bisa dicapai akal. Sementara wahyu juga memerlukan akal karena tanpa akal, wahyu tak bisa dipahami.

Averroes adalah figur yang berbeda dengan tokoh-tokoh besar Islam lainnya. Buah pemikirannya sangat berpengaruh bagi peradaban modern. Perhatian Averroes jauh melampaui sekat-sekat agama. Pemikirannya bersifat universal. Ia sangat apresiatif terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional.

Averroes selalu membuka ruang bagi kemungkinan datangnya kebenaran baru. Baginya, sumber kebenaran tidak hanya datang dari wahyu, tapi juga dari hikmah para filsuf dan pemikir. Averroes selalu berusaha mengharmonisasikan dua sumber kebenaran yang diyakininya, yakni wahyu dan akal. Tidak ada pertentangan antara wahyu dan akal, antara agama dan ilmu, antara syari’ah dan falsafah.

Di sinilah gagasan utama Averroes tentang penyatuan dua sumber kebenaran yang kerap dipertentangkan menjadi inspirasi mendalam bagi sekelompok anak muda yang tinggal di Malang untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya.

Penggunaan nama Averroes sebagai nama komunitas bukan semata-mata didasari oleh figur Averroes sebagai personal, melainkan karena buah pemikirannya yang mampu mengubah stagnasi menjadi dinamika. Penggunaan nama Averroes juga bukan sebagai bentuk pengkultusan.

Dengan semangat membangun wacana kritis rakyat, untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jati dirinya secara otonom, kritis, demokratis, humanis dan mandiri, maka didirikanlah Averroes Community.

————–

Averroes Community didirikan dengan tujuan untuk melakukan usaha-usaha mendorong kelompok-kelompok masyarakat mendapatkan ruang otonom untuk menentukan nasib sendiri melalui pendidikan, pendampingan dan menyebarkan informasi melalui media yang ada; melakukan kajian dan penelitian; melakukan penyebaran gagasan kepada masyarakat melalui media penerbitan; memberi jasa-jasa konsultasi dan advokasi.